Lengkungan Sinar Astronomis atau Atronomical Refraction dan Lengkungan Sinar Bumiawi atau Terrestrial Refraction, yang diabaikan oleh Albert Einstein dalam dua teorinya : Teori Relativitas Khusus dan Teori Relativitas Umum.Albert Einstein dikenal sebagai seorang jenius, dan teori relativitasnya dipandang sebagai teori yang kuat, bahkan dipandang sebagai salah satu pilar dari Model Standar Fisika Modern. Pilar satunya, Teori Kuantum.Walaupun dua pilar fisika modern ini sudah puluhan tahun diketahui tidak bisa gathuk alias tidak sinkron - karena teori relativitas umum tidak bisa diterapkan dalam skala kecil alam semesta -entah mengapa Model Standar Fisika masih dipertahankan sampai sekarang.
Mungkin benar Einstein adalah jenius, tetapi terbukti dia tidak jenius dalam astronomi. Justru cenderung kelihatan dia tidak memahami ilmu astronomi, bahkan tidak paham bagian paling dasar dari ilmu astronomi, yaitu tentang Celestial Sphere atau Bulatan Angkasa, dan tentang Pembiasan Cahaya Bintang. Oleh karenanya, teorinya yang terkenal Teori Relativitas Umum atau General Theory of Relativity sesungguhnya adalah salah total dan menyesatkan.
Amat disayangkan, Teori Einstein dan nama Einstein sudah lama dijadikan semacam "obyekan", cara untuk mencari uang, yaitu proyek penelitian agar tetap didanai, sehingga mungkin sudah ribuan kali dilakukan eksperimen dengan dana yang sangat besar, dan semua hasil eksperimen itu selalu mengatakan bahwa Einstein was right, Einstein right again, Einstein win again dsbnya kata-kata klise. Padahal ....tidak mungkin bisa benar dan sebagai buktinya teori relativitas Einstein tidak ada aplikasinya di dunia nyata. Hanya dikatakan benar...benar ...benar dalam eksperimen! Aplikasinya? Nonsense alias tidak ada! Seorang fisikawan di Universitas New Carolina/NC State University mengatakan secara jujur: "Until now we still use Newton's theory of gravity, so far".
Dan sering dikatakan bahwa GPS menerapkan teorinya Einstein. Itupun tidak benar!
GPS doesn't need, doesn't use, and doesn't prove Einstein's theory of relativity!
Paperback, Amazon UK
Ketika kapal berada di tengah laut, kita dapat menentukan arah dan posisi kapal dengan menggunakan benda-benda angkasa sebagai referensi. Metoda penentuan posisi kapal dengan cara ini disebut Penentuan Posisi Secara Astronomis atau lebih dikenal dengan istilah Celestial Navigation.

